Daerah

Audiensi dengan Felix Edon, Bupati Manggarai Apresiasi Prestasi Seniman Daerah

×

Audiensi dengan Felix Edon, Bupati Manggarai Apresiasi Prestasi Seniman Daerah

Sebarkan artikel ini

Menanggapi hal itu, Bupati Hery Nabit menyampaikan bahwa penghargaan yang diraih Felix Edon tidak hanya membanggakan pribadi dan sanggar, tetapi juga seluruh masyarakat Manggarai.

“Penghargaan ini adalah dorongan tambahan. Alasan utama Pa Felix berkarya adalah dorongan hati karena kita ini hidup dalam budaya. Orang Manggarai selalu menari dan menyanyi, dan syaratnya harus ada musik. Di situlah Pa Felix hadir dan menghidupkan musik tradisional ini,” jelasnya.

Bupati Manggarai juga menegaskan bahwa upaya yang dilakukan Felix Edon sejalan dengan orientasi pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan budaya Manggarai.

“Kita ada di jalur yang sama. Orientasi pemerintah adalah mempertahankan dan melestarikan budaya Manggarai. Kalau niatnya sudah sama, kita bisa bekerja sama lebih banyak ke depan,” tambah Bupati Hery Nabit.

Dalam kesempatan itu, Bupati Manggarai juga mengapresiasi aktivitas kesenian di Sanggar Wela Rana yang melibatkan pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, serta kelompok difabel.

“Kalau ini dikerjakan dengan sungguh-sungguh, bisa menjadi kekuatan besar dalam memajukan kebudayaan. Banyak pihak memiliki perhatian pada perempuan, anak, dan teman-teman difabel. Pa Felix sudah memulainya, dan itu sangat baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kesenian, Kebudayaan, dan Tradisi (KKT) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Armin Bell, menjelaskan bahwa Anugerah Kebudayaan RI yang diraih Felix Edon merupakan salah satu dari sejumlah capaian penting di bidang kebudayaan Manggarai.

“Alat musik Cakatinding telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2022. Pada tahun 2025, makanan tradisional Sombu juga ditetapkan sebagai WBTB. Selain itu, Bapa Bupati Manggarai juga akan menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat atas program revitalisasi Mbaru Gendang,” jelas Armin Bell.

Menutup audiensi tersebut, Bupati Manggarai meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk terus mendorong pengembangan dan pelestarian berbagai bentuk kesenian lokal.

“Kalau tahun ini musik, ke depan bisa seni tari, pegiat caci, dan bentuk kesenian lainnya. Para seniman harus dibantu agar bisa menyiapkan arsip karyanya dengan baik sehingga kebudayaan Manggarai tetap hidup dan berkembang,” tegas Bupati Hery Nabit.***

</p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *