Daerah

Berkarya di Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Ruteng Sukses Dukung Ketahanan Pangan Nasional

×

Berkarya di Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Ruteng Sukses Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini

Panen raya ini merupakan bagian dari pelaksanaan program aksi ketahanan pangan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Selain itu panen raya ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan kepada seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan agar berperan aktif dalam penguatan sektor pangan.

Kepala Rutan Ruteng, Saiful Buchori, menyampaikan bahwa, pihak Rutan Kelas IIB mengelola dua lokasi pertanian, yakni lahan di kawasan SAE lapas lama dan lahan di dalam kompleks rutan.

Kedua lahan ini dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan tanaman hortikultura yang dikelola bersama warga binaan.

“Program ketahanan pangan ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan arahan Menteri sekaligus implementasi visi Presiden. Di Rutan Ruteng Kelas IIB, kami tidak hanya fokus pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembinaan dan pemberdayaan warga binaan,” ujar Saiful.

Saiful juga menjelaskan bahwa, panen raya kali ini, Rutan Ruteng Kelas IIB  berhasil memanen komoditas kol dengan total produksi sekitar 50 kilogram.

“Sebelumnya, panen besar juga telah dilakukan untuk komoditas brokoli. Selain itu, kebun rutan ditanami berbagai jenis hortikultura lainnya seperti selada, cabai, pare, seledri, dan wortel, meskipun masih dalam skala terbatas,” jelasnya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa,  panen raya kali ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Sebagian hasil panen dari Rutan Ruteng disisihkan untuk disalurkan sebagai bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

“Hasil panen raya hari ini untuk di  sumbangkan kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Ini bentuk empati dan solidaritas dari lingkungan pemasyarakatan,” ungkapnya.

Saiful juga mengatakan bahwa, dalam pengelolaan kebun, Rutan Ruteng melibatkan secara langsung 10 orang warga binaan, dengan pendampingan petugas rutan serta dukungan warga binaan lain yang memiliki pengalaman di bidang pertanian.

</p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *