Sekretaris Desa Benteng Tubi, Agustinus Ganggar, menjelaskan bahwa kerusakan tersebut dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai selama kurang lebih dua minggu terakhir sejak awal hingga pertengahan Maret 2026.
“Akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah ini selama dua minggu terakhir, beberapa rumah warga mengalami kerusakan cukup parah, termasuk Rumah Adat Gendang Redong dan rumah warga di Dusun Langkas,” ujarnya.
Data di lapangan menunjukkan, Rumah Adat Gendang Redong yang rusak tersebut dihuni oleh delapan kepala keluarga. Sementara itu, rumah warga di Dusun Langkas yang berukuran sekitar 7 x 9 meter dihuni oleh empat kepala keluarga dalam satu rumah gandeng. Bangunan tersebut merupakan rumah kayu yang dibangun sejak tahun 1986 atau telah berusia sekitar 40 tahun.
Kepala Dusun Langkas yang ditemui di lokasi menyampaikan bahwa kondisi rumah tersebut saat ini sudah tidak layak huni. Selain faktor usia bangunan yang sudah tua, rumah tersebut juga dihuni oleh empat kepala keluarga dengan mayoritas penghuni merupakan warga lanjut usia.
“Kami berharap keluarga yang tinggal di rumah ini bisa mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Manggarai karena kondisi rumahnya sudah tidak layak huni dan penghuninya sebagian besar lansia,” ungkapnya.



Subscribe to my channel










