“Kami mendukung rencana pembangunan ini dan berharap semua pihak dapat berjalan seiring,” katanya.
Kepala Desa Nubahaeraka, Vinsen Nuba Ladjar, mengatakan bahwa sosialisasi telah dilakukan secara bertahap untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat terkait rencana pembangunan tersebut.
Di sisi lain, tokoh masyarakat Yanto Teka mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal serta memperkuat peran adat agar proses pembangunan dapat berjalan lancar dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa PLN berkomitmen menjalankan pengembangan PLTP Atadei secara bertanggung jawab, terbuka, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta pemerintah daerah.
Menurutnya, pengembangan panas bumi di Lembata tidak hanya menjadi bagian dari upaya menghadirkan energi bersih yang andal, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi daerah dan mendukung agenda transisi energi nasional.





Subscribe to my channel










