Ke depan, pihaknya berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak sekolah.
“Kami berharap lewat kegiatan ini, pesan tentang kesetaraan gender dan perlindungan anak bisa semakin luas dikampanyekan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Plan Indonesia tidak hanya fokus pada penyelenggaraan kompetisi sepak bola, tetapi juga menjalankan berbagai program lain yang mendukung kebijakan pemerintah, termasuk renovasi dan perbaikan sarana pendidikan.
“Target kami di tahun 2026 adalah melakukan perbaikan beberapa lapangan sekolah agar dapat digunakan secara berkelanjutan untuk kegiatan olahraga anak-anak,” tutup Dendi.
Sementara itu, Project Manager Rumah Solusi Beta Indonesia, Renya, mengatakan bahwa pelaksanaan Girls Football Competition pertama di Manggarai ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan terhadap anak perempuan.
Menurutnya, olahraga dapat menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai perlindungan anak, kesetaraan, serta hak anak perempuan untuk tumbuh dan berkembang secara aman dan bermartabat.***





Subscribe to my channel










