Daerah

Ketika Iman, Adat, dan Toleransi Menyatu di Manggarai

×

Ketika Iman, Adat, dan Toleransi Menyatu di Manggarai

Sebarkan artikel ini

Ia menegaskan bahwa iman memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian alam, sebagaimana ditegaskan dalam semangat Laudato Si’ yang menyerukan perawatan bumi sebagai rumah bersama.

“Imanlah yang menjaga alam. Merawat lingkungan adalah bagian dari ibadah,” tegasnya.

Komitmen Manggarai dalam merawat toleransi dan kebebasan beragama juga sejalan dengan kebijakan nasional tentang moderasi beragama sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023.

Moderasi, menurut Hery Nabit, menjadi modal dasar untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah kemajemukan.

Dalam visi pembangunan Kabupaten Manggarai 2025–2029, pemerintah daerah menempatkan kerukunan sosial dan keberlanjutan lingkungan sebagai fondasi pembangunan.

Pembangunan fisik, kata dia, tidak boleh mengorbankan harmoni sosial maupun keseimbangan alam.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Manggarai mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan merawat warisan toleransi yang telah lama hidup di Manggarai.

“Mari kita jaga laboratorium perdamaian ini agar tetap menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia, terutama dalam menjaga kedaulatan manusia dan alam Manggarai,” pungkasnya.

Di Manggarai, iman tidak meniadakan adat, adat tidak mengekang iman, dan toleransi menjadi napas bersama.

Sebuah pelajaran berharga bahwa keberagaman, jika dirawat dengan kesadaran dan kasih, justru mampu melahirkan persaudaraan yang sejati.***

</p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *