Di tengah keterbatasan anggaran, Lambertus juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam pelaksanaan berbagai kegiatan di wilayah kecamatan.
Menurutnya, beberapa pekerjaan sederhana seperti pembersihan bahu jalan menuju kampung-kampung bisa diselesaikan bersama masyarakat tanpa menunggu dukungan dana besar.
“Pekerjaan-pekerjaan kecil bisa dikerjakan bersama. Bersihkan bahu jalan, gotong royong di kampung—itu bisa dilakukan. Toh yang menggunakan fasilitas itu adalah kita semua,” katanya.
Lambertus menutup arahannya dengan pesan agar para camat menjadi pemimpin lapangan yang hadir di tengah masyarakat, bukan sekadar pejabat administratif.
Ia berharap instruksi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan publik dan mempererat hubungan antara pemerintah dengan warga di tingkat akar rumput.
“Pimpin langsung para camat! Laksanakan tugas dengan dedikasi. Pelayanan itu tidak boleh berhenti karena waktu,” tandasnya.





Subscribe to my channel










