Dari aspek fiskal, laporan ini mengungkap capaian yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Pendapatan Daerah: Target: Rp1,27 triliun. Realisasi: Rp1,21 triliun (95,26%).
- PAD: Target Rp147,79 miliar. Realisasi Rp132,74 miliar (89,33%), berkontribusi 10,88% terhadap total pendapatan.
- Pendapatan transfer: Realisasi >96% dari target, menunjukkan adaptasi terhadap dinamika kebijakan fiskal nasional.
Pendapatan Transfer Antar Daerah:
- Dana bagi hasil pajak provinsi (pajak kendaraan bermotor, bea balik nama, pajak BBM kendaraan, pajak air permukaan, pajak rokok): Target Rp34,18 miliar. Realisasi Rp28,31 miliar (82,82%).
- Lain-lain pendapatan daerah yang sah: Target Rp18,52 miliar. Realisasi Rp18,24 miliar (98,51%).
Pembelanjaan Daerah:
- Belanja Daerah: Total alokasi: Rp1,29 triliun. Realisasi: Rp1,21 triliun (93,82%).
- Belanja operasi: Anggaran Rp990 miliar. Realisasi Rp893 miliar (93,65%).
- Belanja modal: Anggaran Rp133,73 miliar. Realisasi Rp124,99 miliar (93,45%).
- Belanja tidak terduga: Anggaran Rp1,32 miliar. Realisasi Rp1,12 miliar (94,71%).
- Belanja transfer: Anggaran Rp199,56 miliar. Realisasi Rp195,87 miliar (97,71%).
Capaian-capaian ini, menurut narasi laporan, mencerminkan pengelolaan keuangan daerah yang efektif dan terkendali meski di tengah tantangan fiskal dan perubahan kebijakan nasional.
Komitmen Ke Depan: Kolaborasi untuk Manggarai yang Berkelanjutan
Menutup penyampaian laporan, Bupati Hery Nabit menegaskan komitmen berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Manggarai berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan efektivitas program pembangunan, serta menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah demi terwujudnya Manggarai yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.





Subscribe to my channel










