Program tersebut meliputi penguatan sanggar seni dan komunitas adat, pelestarian tradisi dan ritus budaya, integrasi nilai budaya dalam sektor pendidikan dan pariwisata, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai juga mendorong kolaborasi aktif dengan media dan insan pers sebagai mitra strategis dalam mempromosikan kebudayaan daerah, memperkuat literasi budaya, serta membangun kesadaran publik akan pentingnya kebudayaan sebagai pilar pembangunan berkelanjutan.
Paparan Bupati Manggarai disampaikan di hadapan dewan juri Anugerah Kebudayaan PWI 2026 yang terdiri atas Ahmad Munir (Ketua PWI Pusat), Sudiwo Tedjo (Budayawan Nasional), Dr. Nungki Kusumastuti (Akademisi), Yusuf Susilo Hartono (Wartawan), serta Agus Dermawan T. (Kurator Seni dan Budayawan).
Dalam sesi tanya jawab, dewan juri melakukan pendalaman terhadap sejumlah isu strategis, di antaranya kesinambungan kebijakan kebudayaan daerah, keterlibatan generasi muda dalam pelestarian dan pengembangan budaya, serta dampak nyata program kebudayaan terhadap peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Robertus Bellarminus Nagut, yang turut mendampingi Bupati Manggarai, menyampaikan bahwa seluruh pertanyaan yang diajukan dewan juri dapat dijawab secara komprehensif.



Subscribe to my channel










