Daerah

Pesan Budaya Manggarai Menggema di PWI Pusat

×

Pesan Budaya Manggarai Menggema di PWI Pusat

Sebarkan artikel ini

Seluruh peserta kemudian larut dalam suasana khidmat saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan, selain fungsinya mengawal isu politik dan ekonomi.

“Pembangunan kebudayaan harus dimulai dari daerah. Silaturahmi dan presentasi ini penting karena proposal tertulis saja tidak cukup untuk menggambarkan kerja nyata. Kemajuan budaya daerah akan sangat menentukan arah kebudayaan nasional,” ujarnya.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, melalui sambutan yang dibacakan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Atal S. Depari, menyampaikan bahwa Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI bukan sekadar agenda seremoni.

“Anugerah ini merupakan pengakuan moral dan historis atas peran kebudayaan sebagai jiwa bangsa. Ini adalah bentuk apresiasi kepada para insan budaya dan para pemimpin daerah yang konsisten menjaga identitas Indonesia di tengah arus perubahan zaman,” kata Atal.

Ia menambahkan, kekuatan utama Indonesia sesungguhnya terletak pada kekayaan budayanya yang beragam dan telah diakui dunia, termasuk oleh UNESCO.

“Dengan ribuan bahasa dan tradisi, pembangunan yang tidak berlandaskan kebudayaan akan kehilangan arah, makna, dan identitas,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, pers dipandang sebagai penjaga ingatan kolektif bangsa, ruang dialog kebudayaan, serta jembatan antara tradisi dan modernitas.

Pers yang sehat adalah pers yang memberi ruang bagi kebudayaan untuk tumbuh, dikenal, dan dihargai oleh publik luas.

</p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *