Daerah

Pesan Budaya Manggarai Menggema di PWI Pusat

×

Pesan Budaya Manggarai Menggema di PWI Pusat

Sebarkan artikel ini

Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, menilai wartawan memiliki kedekatan yang kuat dengan kebudayaan karena perannya dalam mencatat sejarah, tradisi, dan dinamika sosial masyarakat.

“Wartawan mencatat sejarah dan budaya. Dari catatan itulah nilai-nilai budaya dapat terus hidup. Ke depan, para pemimpin daerah diharapkan mampu mencatatkan dirinya sebagai pelindung dan penyelamat budaya yang kini mulai tergerus,” ujarnya.

Totok menambahkan, keberhasilan seorang kepala daerah tidak hanya diukur dari capaian pembangunan fisik atau ekonomi, tetapi juga dari komitmennya dalam melindungi dan melestarikan kebudayaan daerah selama masa kepemimpinannya.

“Jika suatu daerah mulai didominasi budaya asing, dari makanan hingga pola interaksi sosial, maka budaya lokal bisa hilang dan hanya tersisa kenangan. Di sinilah pers harus hadir sebagai penjaga, pejuang, sekaligus tonggak kebudayaan bangsa,” katanya.

Usai kegiatan silaturahmi, PWI Pusat menjadwalkan presentasi Anugerah Seni dan Kebudayaan yang akan diikuti oleh 10 kepala daerah pada Jumat (9/1/2026).

Para peserta terdiri dari tiga wali kota dan tujuh bupati dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kegiatan ini menegaskan bahwa dari Manggarai hingga Jakarta, pesan budaya tetap menggema: kebudayaan adalah fondasi utama pembangunan bangsa, dan pers memiliki peran sentral dalam memastikan nilai-nilai tersebut terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.***

</p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *