Sujiwo Tejo, budayawan nasional, memilih Songke berwarna hitam yang mencerminkan keteguhan dan karakter kuat. Agus Dermawan T., kurator seni dan budayawan, menerima Songke berwarna merah marun sebagai simbol semangat dan kekuatan.
Sementara itu, Yusuf Susilo Hartono, Ketua Panitia Anugerah Kebudayaan PWI, menerima Songke berwarna biru yang melambangkan keteduhan, kepercayaan, dan kebijaksanaan.
Khusus kain Songke Manggarai yang diterima Dr. Nungki Kusumastuti, pemilihan warna hijau semakin menambah kesan mendalam.
Perhatian terhadap detail tersebut mencerminkan kesungguhan Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dekranasda dalam menghadirkan budaya daerah secara personal dan berkesan.
Dr. Nungki menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal.
Ia mengaku terkesan dengan keindahan motif Songke Manggarai yang sarat makna filosofis serta mencerminkan identitas masyarakat Manggarai.
“Saya merasa senang dan bangga menerima kain Songke Manggarai ini, apalagi dengan warna hijau yang sangat saya sukai. Saya juga baru pertama kali menerima tenunan daerah bernuansa hijau. Seolah-olah Ketua Dekranasda Manggarai mengetahui warna kesukaan saya. Kain ini bukan sekadar karya seni, tetapi juga representasi nilai budaya dan sejarah masyarakatnya,” ujar Dr. Nungki.
Menurutnya, pelestarian tenun tradisional seperti Songke merupakan bagian penting dari upaya menjaga identitas budaya bangsa di tengah arus modernisasi.




Subscribe to my channel










