Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyampaikan pasokan kelistrikan selama periode Nataru berada dalam kondisi aman. Dengan perkiraan beban puncak mencapai sekitar 46,8 Gigawatt (GW), daya mampu pasok tercatat sebesar 53,9 GW. Artinya, terdapat cadangan daya sebesar 7,1 GW atau sekitar 15,2 persen.
Pasokan energi primer pembangkit PLN juga dalam kondisi aman, di mana rata-rata Hari Operasional Pembangkitan (HOP) pembangkit batu bara dan gas mencapai 22 hari.
“Kami secara preventif sudah mempersiapkan dan memelihara setiap pembangkit kami, jaringan transmisi, jaringan distribusi, dan operasi layanan pelanggan sejak jauh-jauh hari sebelum memasuki periode Nataru,” jelasnya.
Sebagai bagian dari langkah antisipatif, PLN telah menyiagakan tim khusus sebanyak 69 ribu personel yang standby di 3.392 posko siaga PLN yang akan menjaga keandalan listrik di berbagai lokasi publik yang strategis dan vital, seperti bandara, stasiun, terminal, rumah sakit, pusat perbelanjaan, serta tempat ibadah yang didukung dengan suplai listrik berlapis.
Di sisi lain, Adi mengungkapkan tren penggunaan kendaraan listrik yang terus mengalami peningkatan, pengguna kendaraan listrik pada periode Nataru kali ini diprediksi mencapai sekitar 26.000 unit, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 12.183 unit.



Subscribe to my channel






