Kadis Diana Baru juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pengukuran dan pendataan pada tingkat posyandu, agar seluruh anak balita terpantau secara berkala. “Kader dan tenaga lapangan harus diperkuat kapasitasnya. Tanpa data yang valid, intervensi tidak akan tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menyampaikan progres dan tantangan yang dihadapi. Masalah seperti akses wilayah, kurangnya pemahaman keluarga, dan keterbatasan tenaga lapangan menjadi perhatian utama.
Sekretariat TPPS kemudian merumuskan beberapa rekomendasi tindak lanjut, termasuk penguatan pendampingan keluarga berisiko stunting serta optimalisasi integrasi program sektor terkait.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan rencana aksi pasca-evaluasi sebagai pedoman teknis dalam mempersiapkan intervensi hingga akhir tahun serta menjelang pengukuran serentak selanjutnya.


Subscribe to my channel








