Oleh karena itu, inisiatif konversi motor listrik yang melibatkan dunia pendidikan vokasi dinilai strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia sekaligus mendorong penggunaan energi ramah lingkungan di tingkat lokal.
“Program ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan berkelanjutan. Pemkab Manggarai sangat mendukung langkah SMK St. Aloisius Ruteng dalam mengembangkan kendaraan listrik,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut program tersebut, SMK St. Aloisius Ruteng akan mengajukan permohonan ke kementerian terkait untuk pengurusan dokumen peralihan kendaraan dari BBM ke kendaraan listrik, dengan pendampingan teknis dari PT Braja Elektrik Motor.
“Kami akan mengurus seluruh proses administrasi hingga penerbitan STNK kendaraan listrik, sehingga kendaraan hasil konversi dapat beroperasi secara legal di jalan raya,” tambahnya.
Kegiatan ini melibatkan 10 guru dan 5 siswa SMK St. Aloisius Ruteng, sekaligus menjadi bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik di bidang teknologi kendaraan listrik.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari inisiatif transisi energi kendaraan listrik yang dijalankan oleh PT PLN (Persero) UIP Nusra sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan energi bersih dan pendidikan vokasi di daerah.
Sebelumnya, kolaborasi antara SMK St. Aloisius Ruteng dan PLN UIP Nusra telah membuahkan hasil dengan diproduksinya dua unit sepeda motor listrik yang kini telah beroperasi di jalan.





Subscribe to my channel










