Pengoperasian GI 150 kV Naibonat diharapkan dapat mengatasi keterbatasan penyaluran daya dari pusat-pusat pembangkit menuju pusat beban. Infrastruktur ini sekaligus memperkuat keandalan sistem dalam menyalurkan energi listrik kepada pelanggan di Pulau Timor.
“GI 150 kV Naibonat memiliki peran strategis karena menjadi salah satu penghubung antara pusat-pusat pembangkit yang berada di sisi barat Pulau Timor dengan pusat-pusat beban di berbagai wilayah Pulau Timor. Dengan demikian, manfaat penguatan sistem kelistrikan melalui infrastruktur ini diharapkan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas,” ucap Manager UPP Nusra 3, Agung Triwibowo.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan keberhasilan energize menjadi bagian dari komitmen PLN dalam memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan keandalan sistem.
“Kami terus memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai standar sehingga infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Manurung.
Setelah energize, PT PLN (Persero) UIP Nusra akan melanjutkan tahapan pengurusan Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk sistem Bay IBT 60 MVA 150/70 kV. PLN juga akan menyelesaikan pengujian dan pembangunan SUTT 150 kV Panaf-Naibonat sebagai bagian dari sistem penyaluran agar daya dari PLTU Timor 1 dapat tersalurkan ke sistem kelistrikan Pulau Timor.
“Keberhasilan energize ini menjadi upaya PLN memperkuat infrastruktur transmisi dan meningkatkan keandalan pasokan listrik untuk mendukung aktivitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan di Pulau Timor,” tutup Manurung.


Subscribe to my channel










