Program tersebut juga akan dilanjutkan dengan penataan kawasan wisata mangrove untuk mendukung pengembangan potensi ekowisata Padak Guar.
Kepala Dusun Padak Guar, Riyan Pebriyansah, mengatakan kawasan mangrove Padak Guar memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Namun, selama ini pengelolaannya belum optimal karena keterbatasan biaya.
“Kami bersyukur ada program ini. Kawasan mangrove di sini sebenarnya punya potensi untuk wisata, tetapi selama ini kurang diperhatikan karena keterbatasan biaya. Dengan adanya bantuan PLN, kami berharap kawasan ini bisa kembali terawat dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Riyan.
Selain memulihkan kawasan mangrove, program rehabilitasi ini diharapkan dapat menjaga fungsi ekologis pesisir, termasuk sebagai salah satu pelindung alami dari gelombang laut. Pada saat yang sama, penataan kawasan sebagai ekowisata diharapkan dapat membuka peluang aktivitas ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pelaksanaan program melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, praktisi dan ahli lingkungan, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), perangkat desa, serta masyarakat Padak Guar. Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan rehabilitasi dan pengelolaan kawasan mangrove.


Subscribe to my channel










