“Dalam satu bulan biasanya kami mendapatkan keuntungan hingga Rp3,7 juta,” jelasnya.
Seiring meningkatnya permintaan pasar, kelompok usaha itu mulai mempersiapkan langkah pengembangan usaha yang lebih berkelanjutan, terutama dalam menjaga ketersediaan bahan baku temulawak.
Upaya tersebut dinilai penting agar keberlangsungan usaha tetap terjaga seiring pertumbuhan pasar yang terus berkembang.
“Ke depan kami juga ingin mengembangkan budidaya temulawak supaya bahan bakunya tetap tersedia dan usaha ini bisa terus berjalan,” jelas Evodia.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa program pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan turut menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Menurut dia, transisi energi yang dijalankan PLN perlu berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.





Subscribe to my channel










