Kepala BPS Kabupaten Manggarai, Yosep Danu, menegaskan latar belakang program ini.
“Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam membangun pemahaman bersama tentang pentingnya data. Desa diharapkan tidak hanya menjadi objek pendataan, tetapi juga menjadi subjek yang aktif dalam mengelola data pembangunan,” ujarnya.
Bagi Yosep, Program Desa Cantik adalah strategi jangka panjang membina kemandirian desa dalam menghasilkan data yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan.
“Melalui Program Desa Cantik, kami ingin mendorong desa agar mampu menghasilkan data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam merancang program pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Komitmen ini diamini oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Wae Ri’i, Dra. A. Sastri H. Ngajang, yang mengajak seluruh pemerintah desa dan masyarakat untuk mendukung penuh pelaksanaan Program Desa Cantik Tahun 2026.
“Program ini sangat penting untuk membantu desa dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Manggarai yang telah memilih Desa Wae Ri’i sebagai lokasi pelaksanaan, seraya mengajak seluruh desa di wilayahnya untuk bersama menyukseskan program tersebut.
Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Bupati Manggarai melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Manggarai, Petrus C. Masangkat. Acara turut menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai perangkat daerah yakni Kepala BPS Kabupaten Manggarai, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Manggarai, yang masing-masing memberikan materi sesuai bidang keahliannya.





Subscribe to my channel










