Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya membaca, tetapi juga memahami isi cerita dan menyampaikannya kembali dengan bahasa mereka sendiri.
Proses tersebut dinilai penting dalam membentuk kemampuan berpikir, berkomunikasi, sekaligus membangun rasa percaya diri sejak dini.
Bunda Literasi Manggarai, Ny. Meldyanti Hagur, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
Ia menilai bertutur memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak.
“Lewat bertutur, anak-anak belajar memahami, merasakan, dan menyampaikan kembali cerita dengan cara yang bermakna. Ini bukan sekadar lomba, tetapi proses membangun generasi yang berpikir dan berempati,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dalam menghadirkan ruang literasi yang hidup dan ramah anak di Manggarai.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manggarai, Gabriel Posenti Aldino Tjangkoeng, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Manggarai Bertutur, Menghidupkan Kisah, Menggerakan Generasi”.
Menurutnya, lomba ini merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya literasi sekaligus menjaga kearifan lokal.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya gemar membaca, tetapi juga bangga dengan cerita-cerita daerahnya sendiri,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelestarian Bahan Pustaka, Fransiska Hamput, menambahkan bahwa kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus Non Fisik Tahun Anggaran 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa masih akan ada berbagai kegiatan literasi lanjutan, seperti lomba resensi buku, lomba konten video literasi, lomba perpustakaan desa, bimbingan teknis literasi informasi, hingga gebyar literasi.


Subscribe to my channel










