Dalam sambutannya, Bunda Literasi Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, menegaskan bahwa kegiatan bertutur memiliki peran penting dalam membangun karakter anak di tengah perkembangan era digital.
“Lewat bertutur, anak-anak belajar memahami, merasakan, dan menyampaikan kembali cerita dengan cara yang bermakna. Ini bukan sekadar lomba, tetapi proses membangun generasi yang berpikir, berani, dan berempati,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan agar menjadi budaya literasi yang kuat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Sementara itu, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manggarai melalui Kepala Dinas Gabriel Posenti Aldino Tjangkoeng menjelaskan bahwa lomba ini mengusung tema “Manggarai Bertutur, Menghidupkan Kisah, Menggerakkan Generasi”.
Menurutnya, tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat budaya literasi sekaligus melestarikan kearifan lokal melalui cerita rakyat.
“Anak-anak tidak hanya dituntut gemar membaca, tetapi juga bangga terhadap cerita daerahnya sendiri,” jelasnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk tenaga pendidik dan pegiat literasi.
Suasana lomba berlangsung hangat, edukatif, dan ramah anak, sehingga peserta dapat tampil dengan lebih leluasa.
Dari sisi penilaian, dewan juri menekankan bahwa kemampuan bertutur bukan hanya soal menghafal cerita, tetapi juga mencakup pemahaman isi, ekspresi, intonasi, serta penguasaan panggung.





Subscribe to my channel










