Daerah

Dialog Lintas Agama FKUB, Hery Nabit Tegaskan Manggarai Laboratorium Kebebasan Beragama

×

Dialog Lintas Agama FKUB, Hery Nabit Tegaskan Manggarai Laboratorium Kebebasan Beragama

Sebarkan artikel ini

Ia menyebut Kabupaten Manggarai sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat tumbuh dan hidup berdampingan secara damai.

Menurutnya, sejarah panjang masuknya agama Katolik di Manggarai sejak tahun 1912 tidak menutup ruang bagi agama lain untuk berkembang dan hidup berdampingan secara harmonis.

Saat ini, sekitar 95 persen masyarakat Manggarai memeluk agama Katolik, sementara umat Islam, Protestan, Hindu, dan Buddha tetap hadir dan hidup rukun dalam suasana saling menghormati.

“Melihat fakta ini, saya katakan dengan penuh keyakinan bahwa Manggarai adalah laboratorium mini bagi kebebasan beragama,” tegasnya.

Ia menjelaskan, posisi Manggarai sebagai miniatur kerukunan dunia diperkuat oleh sejumlah fondasi penting.

Salah satunya adalah komitmen terhadap moderasi beragama yang sejalan dengan kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023.

Selain itu, kuatnya tradisi inkulturasi di Manggarai membuat agama dan adat istiadat berjalan beriringan.

Agama menjadi roh spiritual, sedangkan adat menjadi bingkai sosial yang menyatukan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.

</p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *