“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, terutama Dinas PUPR, yang telah mengalokasikan anggaran Rp1.428.798.400 untuk pembangunan jalan di wilayah desa kami. Saya juga secara pribadi menyampaikan apresiasi kepada kontraktor pelaksana hingga PPK yang melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek ini secara rutin,” ujar Kanisius.
Menurut Kanisius, sebelum adanya peningkatan akses jalan, masyarakat Kampung Lopa harus mengumpulkan sejumlah warga terlebih dahulu apabila hendak bepergian ke Borong, termasuk membawa hasil pertanian untuk dijual.
Ia mengatakan, warga biasanya harus menunggu hingga terkumpul sekitar 10 orang untuk menyewa kendaraan. Kondisi tersebut disebabkan kendaraan tidak selalu bersedia masuk ke wilayah mereka karena kondisi jalan yang cukup sulit dilalui.
“Selama bertahun-tahun, kalau kami mau ke Borong, kami harus berkumpul terlebih dahulu dengan warga yang hendak membawa hasil pertanian. Kalau sudah mencapai sekitar 10 orang, baru kami menghubungi mobil untuk menjemput kami di perbatasan jalan aspal yang dikerjakan tahun lalu,” ungkapnya.
Kanisius berharap pembangunan ruas jalan Nceang-Lopa dapat memberikan perubahan bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
“Dengan adanya jalan baru ini, kami nantinya tidak akan sulit lagi membawa hasil panen untuk dijual di Borong. Karena itu, secara pribadi saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur atas pembangunan jalan ini,” tutupnya.


Subscribe to my channel










