Menjelang tahap wawancara, Dimas Badrikawi mengaku tetap percaya diri meskipun rasa gugup masih sedikit dirasakan. Ia berharap dapat lolos hingga diterima sebagai Taruna Politeknik Agraria STPN.
Semangat yang sama juga ditunjukkan oleh Aurelia Nidya Prasetyo (19), calon taruni asal Pati, Jawa Tengah, yang memilih program studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT). Ia mengaku memperoleh pengalaman yang berkesan selama mengikuti seluruh tahapan seleksi. Menurutnya, setiap proses seleksi menguji kemampuan yang berbeda, mulai dari aspek fisik, kesehatan, hingga kesiapan mental.
“Awalnya tentu saya merasa deg-degan saat akan mengikuti wawancara. Namun, setelah berada di ruang wawancara, saya mulai merasa lebih rileks dan bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik,” tutur Aurelia Nidya Prasetyo.


Subscribe to my channel










