“Selain mengatasi kekurangan perumahan dan ketidaklayakan kondisi rumah rakyat, kita juga ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi – perputaran ekonomi di berbagai daerah, kota, desa, termasuk wilayah pesisir,” jelasnya.
Menko AHY juga menyoroti pentingnya peran sektor perumahan sebagai penggerak ekonomi rakyat.
“Setiap rumah yang dibangun menggerakkan industri. Setiap industri yang bergerak membuka peluang lapangan pekerjaan. Setiap lapangan pekerjaan baru menghadirkan daya beli, dan itu akan menggerakkan ekonomi, termasuk bagi para pelaku UMKM di seluruh daerah,” tutur Menko AHY.
Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY menyampaikan apresiasi atas langkah Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang terus menghadirkan berbagai terobosan, seperti program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Hingga September 2025, realisasi FLPP tercatat mencapai 194 ribu unit dari target 350 ribu unit.
“Ini menunjukkan bahwa pemerintah berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk keluarga muda dan para pekerja informal,” ungkapnya.


Subscribe to my channel










