Kepala SMPN 2 Langke Rembong, Paskalis Aron, menjelaskan bahwa Green School merupakan bagian dari program yang dicanangkan oleh kepala daerah. Pihak sekolah, kata dia, berupaya menjalankan sekaligus mengembangkan program tersebut dengan melibatkan seluruh warga sekolah.
Menurut Paskalis, kegiatan Green School mulai dilaksanakan sejak April 2026 melalui rapat kerja bersama para guru. Program tersebut mendapat respons positif sehingga terus dikembangkan hingga saat ini.
Sementara itu, Koordinator Kegiatan, Sofia Koni, menjelaskan bahwa kegiatan pendidikan di sekolah mencakup intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Program hortikultura dalam Green School menjadi bagian dari kegiatan kokurikuler yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui praktik langsung.
Berbagai tanaman, terutama sayuran dan tanaman bumbu, telah dibudidayakan di lingkungan sekolah. Ke depan, pihak sekolah berkomitmen mengembangkan jenis tanaman yang lebih beragam sehingga Green School tidak hanya menghasilkan lingkungan yang hijau, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang hidup, produktif, dan berkelanjutan.
Melalui program tersebut, SMPN 2 Langke Rembong berupaya menjadikan lingkungan sebagai bagian dari pendidikan karakter. Green School bukan sekadar gerakan menanam dan menghijaukan sekolah, tetapi juga investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang peduli lingkungan, disiplin, mandiri, produktif, dan bertanggung jawab.


Subscribe to my channel










