MANGGARAI TIMUR, Info1news- Di sebuah gubuk sederhana berdinding bambu pelupuh, berlantai tanah, dan beratap seng yang sudah berkarat serta bocor saat hujan, tinggal seorang gadis kecil bernama Marselina Lovelia Kurniati Rindu, yang akrab disapa Cinta.
Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, Cinta telah merasakan pahitnya hidup tanpa kasih sayang kedua orang tua sejak masih bayi.
Rumah kecil berukuran sekitar 7 x 6 meter itu berdiri di Kampung Compang, RT 015 RW 007, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dinding bambu dan papan yang mulai lapuk dipenuhi lubang, sementara atap seng yang berkarat membuat air hujan mudah merembes masuk ke dalam rumah.
Kehilangan Ibu Sejak Bayu, Ditinggal Ayah Tanpa Kabar
Cinta lahir pada 19 September 2015. Saat usianya baru sekitar satu tahun, sang ibu meninggal dunia. Sejak itu, ayahnya pergi meninggalkan Cinta tanpa pernah kembali menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua.
Sejak kecil, Cinta diasuh oleh kakek dan neneknya, Sebas Tonggo dan Katarina Labe. Namun cobaan kembali datang ketika sang kakek meninggal dunia pada tahun 2024.
Kini, satu-satunya orang yang menjadi pelindung dan tempat bersandar bagi Cinta hanyalah neneknya, Katarina Labe, yang sudah lanjut usia.


Subscribe to my channel










