Selain warga setempat, kegiatan ini juga diikuti kader Posyandu, Babinsa, perangkat kelurahan, dan tokoh masyarakat.
Peserta mendapatkan berbagai materi mengenai mitigasi bencana, langkah-langkah penyelamatan diri dan keluarga, simulasi evakuasi, hingga pembekalan mengenai perlengkapan yang perlu disiapkan dalam tas siaga bencana.
Perwakilan Srikandi PLN UIP Nusra, Febriana Yolanda Agestha, mengatakan bahwa kegiatan ini menyasar kaum perempuan sebab kaum perempuan turut menjadi bagian penting dalam proses penyelamatan korban bencana.
“Perempuan atau ibu rumah tangga perlu tahu apa saja yang harus dilakukan ketika bencana itu datang, sehingga bisa mengevakuasi diri dan keluarganya,” ucap Agestha.
Agestha berharap, ilmu yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat disebarkan kepada keluarga dan sesama masyarakat, sehingga masyarakat pesisir Ampenan memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapai bencana alam, non-alam, maupun sosial.





Subscribe to my channel










