Peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai pemilihan limbah anorganik yang potensial untuk diolah, teknik dasar menganyam dan merangkai, serta proses finishing untuk meningkatkan kualitas dan tampilan produk.
Salah seorang peserta workshop, Widya, menilai kegiatan tersebut membuka perspektif baru bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat sekaligus peluang ekonomi.
“Melalui kegiatan ini kami bisa melihat langsung prosesnya, dari sampah plastik hingga menjadi produk yang bisa dimanfaatkan kembali. Ini juga menarik untuk dikenalkan kepada anak-anak muda agar mereka melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dikembangkan menjadi kegiatan yang kreatif dan produktif,” ujar Widya.
Perwakilan Balai TNGR, Gustu Suartha, mengapresiasi pemanfaatan teknologi dalam pengolahan sampah yang dilakukan Gelisah.


Subscribe to my channel










