Prosesi tersebut mencerminkan nilai kearifan lokal masyarakat Manggarai sekaligus ungkapan syukur atas hadirnya program MBG di lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya, Wabup Fabianus Abu menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda Manggarai.
Ia menyebut program tersebut sebagai jawaban atas harapan masyarakat sejak tahun 2025.
“Puji syukur, pada tahun 2025 terdapat empat SPPG yang beroperasi. Memasuki tahun 2026, jumlahnya meningkat menjadi 19. Semoga program MBG ini berjalan dengan baik, membuat anak-anak kita sehat, dan pada tahun 2045 lahirlah generasi emas yang siap membangun daerah ini,” ujar Fabianus Abu.
Sementara itu, Kepala SMK St. Matilda Ruteng, Leonardus Cardis, dalam laporannya menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya saat ini memiliki 414 siswa dan 31 tenaga kependidikan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Manggarai atas perhatian dan dukungan terhadap dunia pendidikan, khususnya melalui program pemenuhan gizi bagi peserta didik.
Leonardus mengungkapkan bahwa meskipun sekolahnya baru menerima program MBG pada tahun 2026, pihak sekolah tetap bersyukur karena manfaatnya sangat dirasakan oleh siswa dan tenaga pendidik.
Ia juga menyebutkan bahwa SMK St. Matilda Ruteng baru saja meraih peningkatan akreditasi dari B menjadi A.





Subscribe to my channel










