Dalam sambutannya, Bupati Heri Nabit menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa syukur atas dedikasi panjang yayasan selama enam dekade.
Ia menilai keberadaan Yayasan St. Damian Cancar bukan sekadar lembaga sosial, melainkan bukti nyata kehadiran nilai-nilai kemanusiaan yang terus hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Manggarai, khususnya dalam melayani penyandang disabilitas dan kelompok masyarakat yang tersisih.
“Perayaan 60 tahun ini adalah perayaan syukur yang luar biasa. Kehadiran saya di sini hari ini penuh rasa syukur, karena keberadaan yayasan ini terus mengingatkan kita semua termasuk pemerintah akan tanggung jawab besar terhadap sesama manusia. Karya tulus para suster, karyawan, dan seluruh pengabdi di tempat ini adalah wujud nyata tanggung jawab kasih dan kepedulian yang tak ternilai,” ujar Bupati Heri Nabit.
Ia menegaskan, selama enam puluh tahun perjalanan, tak terhitung banyaknya kehidupan yang tersentuh, dibantu, dan dipulihkan berkat pelayanan kasih yang dijalankan dengan penuh pengorbanan dan ketulusan.
“Jika kita mau menghitung, pasti ada ribuan jiwa yang terselamatkan, banyak raga yang kembali sehat, dan harapan yang tumbuh kembali bagi mereka yang menderita. Oleh karena itu, hari ini kita berkumpul untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikiran demi karya mulia ini,” lanjutnya.
Secara khusus, Bupati Manggarai juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para donatur dan tim dokter dari Australia yang telah setia mendukung pelayanan kesehatan di yayasan ini selama bertahun-tahun. Kehadiran dan dukungan mereka, kata dia, adalah bukti bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah maupun jarak.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh donatur dan tim medis dari Australia yang terus setia bekerja sama dan melayani di sini. Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah, namun dapat berjalan indah karena didasari ketulusan hati dan semangat kepedulian bersama,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati Heri Nabit menyoroti berbagai tantangan sosial yang masih dihadapi masyarakat Manggarai saat ini, mulai dari penanganan penyandang disabilitas, permasalahan kesehatan jiwa, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
Menurutnya, tantangan ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh satu pihak saja, mengingat keterbatasan yang dimiliki masing-masing lembaga.
“Kita semua berjalan dengan keterbatasan. Pemerintah memiliki keterbatasan, Gereja memiliki keterbatasan, dan lembaga sosial pun demikian. Namun, melalui semangat kerja sama, kolaborasi, dan kepedulian bersama, kita tetap mampu bergerak maju untuk menangani persoalan kemanusiaan ini demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai bentuk penghargaan nyata dan penghormatan atas jasa para pendiri dan pelopor pelayanan, Bupati mengumumkan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai akan menetapkan nama salah satu jalan di daerah ini dengan nama tokoh pelayanan.





Subscribe to my channel










