MANGGARAI, Info1news- Pemerintah Kabupaten Manggarai bergerak cepat mengantisipasi keresahan warga terkait stabilitas ekonomi dan kelancaran pelayanan publik selama masa tanggap darurat gempa bumi Flores M7,7.
Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit resmi mengeluarkan 2 instruksi strategis untuk mengendalikan harga, mencegah penimbunan, dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok serta pengendalian distribusi BBM bersubsidi.
Kedua instruksi tersebut ditetapkan pada waktu bersamaan, 24 Agustus 2026, setelah mencermati fenomena dan kecemasan masyarakat Manggarai pascagempa magnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu.
Gempa yang cukup dahsyat itu memporak-porandakan sebagian besar wilayah Kabupaten Manggarai.
Hingga Selasa, 25 Agustus 2026, sebanyak 38 orang meninggal dunia, 55 orang luka berat dan 451 orang luka ringan.
Sebanyak lebih dari 47.840 jiwa mengungsi di 136 titik pengungsian umum, belum termasuk pengungsian mandiri.
Warga masih terancam gempa susulan. Berdasarkan data BNPB per Jumat, 24 Agustus 2026 pukul 05.00 WITA, gempa susulan mencapai 6.409 kali.
BNPB memprediksi gempa susulan masih akan terjadi hingga 3-4 pekan ke depan.
Terkait dampak gempa, lebih dari 7.202 bangunan mengalami kerusakan dan 3.617 unit di antaranya rusak parah, baik milik warga.
Menghadapi kecemasan warga dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, Bupati Hery Nabit mengeluarkan dua instruksi, yaitu:


Subscribe to my channel










