Menurutnya, pengembangan energi panas bumi merupakan salah satu langkah strategis dalam menghadirkan sumber energi yang ramah lingkungan sekaligus mendukung kemandirian energi nasional.
“Dokumenter seperti ini sangat penting untuk membuka wawasan masyarakat bahwa sumber energi masa depan tidak selalu harus bergantung pada energi fosil. Potensi energi panas bumi yang dimiliki daerah kita perlu dipahami secara utuh, baik dari sisi manfaat, tantangan, maupun keberlanjutannya,” ungkap Bupati Hery Nabit.
Ia berharap kehadiran film dokumenter tersebut dapat mendorong tumbuhnya kesadaran publik mengenai pentingnya pengembangan energi terbarukan serta memperkuat dukungan masyarakat terhadap pemanfaatan potensi energi yang dimiliki daerah.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Dion DB Putra, menjelaskan bahwa film dokumenter tersebut dibuat sebagai upaya memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai potensi energi panas bumi, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Menurutnya, dokumenter ini tidak hanya menampilkan aspek teknologi dan proses eksplorasi, tetapi juga menggambarkan perjuangan para pekerja di lapangan serta harapan besar terhadap pengembangan energi terbarukan di masa depan.
“Film Matahari Dalam Tanah ingin menunjukkan bahwa di balik tanah yang kita pijak, tersimpan energi besar yang bisa menjadi masa depan energi bersih. Kami ingin masyarakat melihat perjuangan para pekerja di lapangan serta memahami betapa pentingnya pengembangan energi panas bumi bagi keberlanjutan daerah dan negara,” ujar Dion.
Film “Matahari Dalam Tanah” tidak hanya menjadi dokumentasi perjalanan teknologi dan energi, tetapi juga menghadirkan kisah tentang hubungan manusia dengan alam serta harapan akan masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur.***





Subscribe to my channel










