MANGGARAI, Info1news – DPRD Kabupaten Manggarai menyoroti sejumlah persoalan strategis dalam Sidang Paripurna dengan agenda penyampaian rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025, yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Manggarai, Senin (27/4/2026).
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Manggarai, Paulus Peos, berlangsung dinamis dengan berbagai catatan kritis dari anggota dewan, khususnya terkait pelayanan dasar dan tata kelola perencanaan pembangunan daerah.
Salah satu isu utama yang disoroti adalah belum optimalnya pelayanan air minum.
DPRD menilai proyek air minum yang telah dianggarkan sejak tahun 2023 dengan nilai miliaran rupiah hingga kini belum memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.
Anggota DPRD Manggarai, Ferdinandus Purnawan Naur.
menyoroti kerusakan jaringan distribusi yang berdampak pada tidak optimalnya layanan.
“Jaringannya banyak yang rusak dan terputus, sehingga pelayanan tidak berjalan. Sangat disayangkan karena anggaran besar, tetapi manfaatnya belum dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepastian kepada masyarakat terkait waktu pelaksanaan program.
“Masyarakat hanya ingin tahu kapan pekerjaan ini dilaksanakan. Jangan sampai mereka terus menunggu tanpa kepastian,” tegasnya.




Subscribe to my channel










