DaerahEkonomi

Dukung Komitmen Desa Berdaya, Bupati Manggarai Luncurkan Beras Kemasan Premium “Molas Manggarai”

×

Dukung Komitmen Desa Berdaya, Bupati Manggarai Luncurkan Beras Kemasan Premium “Molas Manggarai”

Sebarkan artikel ini

Momentum ini disambut hangat dan meriah oleh masyarakat setempat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, S.Sos., para pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai, pimpinan BUMN dan BUMD, Camat Satarmese, unsur Forkopimcam Satar Mese, seluruh kepala desa di kecamatan tersebut, Koordinator Program TEKAD Kabupaten Manggarai, serta berbagai tokoh masyarakat yang menjadi saksi kolaborasi nyata pemerintah dan warga.

 

Menyikapi hadirnya produk ini, Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., MA., menegaskan bahwa arah pembangunan pertanian harus bergeser dari sekadar produksi mentah menuju pengelolaan terpadu.

“Ini adalah langkah maju. Kita tidak hanya produksi, tetapi juga mengolah dan mengemas sehingga nilai tambah tetap tinggal di daerah,” tegas Bupati.

Ia juga menyoroti perlunya penyesuaian produk dengan standar pasar modern sebagai kunci daya saing usaha desa.

“Dulu kita jual apa adanya, sekarang kita kemas dengan baik. Ini kemajuan yang harus kita jaga,” ungkapnya.

Dari sisi pengelolaan usaha desa, peluncuran ini dipandang sebagai titik balik operasional BUMDes. Ketua BUMDes Lontoleok, yang diwakili Sekretaris Ibu Febriani Putri Ayu Lembo, menyampaikan bahwa agenda ini jauh melampaui seremonial semata. Menurutnya, “Molas Manggarai” merupakan hasil olahan gabah yang telah melalui teknologi modern, menghasilkan beras bersih, berkualitas tinggi, dan memiliki daya jual yang lebih kompetitif.

“Produk ini adalah bukti bahwa teknologi desa mampu menghasilkan beras berkualitas yang siap bersaing di pasar modern,” ujarnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan program pendampingan yang telah berjalan konsisten. Koordinator Program TEKAD Kabupaten Manggarai, Largus Ogot, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi desa yang telah digulirkan sejak 2021 dan kini telah menjangkau 77 desa di Kabupaten Manggarai. Ia menekankan bahwa capaian ini merupakan buah sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan.

“Program TEKAD hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan kapasitas dan investasi berbasis potensi lokal,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tata kelola BUMDes harus dijalankan secara profesional agar menjadi entitas bisnis yang berkelanjutan.

</p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *