“Tanah memiliki keterbatasan, sementara pertumbuhan daerah berjalan sangat dinamis. Melalui rapat persiapan hari ini, kita menyatukan persepsi. Kita sangat berterima kasih atas kehadiran dan paparan langsung dari Tim NPGT Kanwil BPN NTT yang memberikan kompas metodologi GIS yang presisi, sehingga tim di tingkat daerah mampu menyusun peta perubahan pertanahan, kesesuaian ruang, dan ketersediaan tanah secara valid,” ujar Eduward dalam sambutannya.
Selain itu, terang Eduward, penjaminan kualitas data juga menjadi perhatian utama.
Kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dinilai sangat penting guna memastikan validitas dan akurasi data, baik spasial maupun tekstual, yang akan digunakan dalam analisis NPGT.
Dalam sesi diskusi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manggarai, Charles Rihi, mengapresiasi sejumlah langkah yang diambil Kantah Manggarai melibatkan berbagai pihak dalam penyusunan NPGT, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dan dukungan data yang akurat.





Subscribe to my channel










