“Sejak awal FPIC, PLN menjelaskan dengan baik kepada kami mengenai geothermal, proyek yang akan dilaksanakan, dampaknya, serta bagaimana mitigasinya. Seluruh masyarakat gendang kami undang ke rumah gendang dan mereka mengikuti serta memperhatikan penjelasan yang disampaikan dalam forum tersebut,” kata Hendrikus.
Menurut Hendrikus, hasil komunikasi yang dibangun melalui FPIC kini mulai terlihat dalam pelaksanaan program di lapangan, termasuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta terbukanya kesempatan bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam pekerjaan sesuai kebutuhan dan kualifikasi proyek.
“Implementasinya sekarang sudah kami rasakan, mulai dari program TJSL sampai penerimaan tenaga kerja lokal. Tentunya penerimaan pekerja tetap menyesuaikan kebutuhan dan kualifikasi yang diperlukan dalam proyek,” tambah Hendrikus.
General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, mengatakan pelibatan masyarakat adat dalam pembangunan PLTP Ulumbu Unit 5 sejalan dengan kebijakan keberlanjutan perusahaan yang menempatkan aspek sosial sebagai bagian dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.


Subscribe to my channel










