Tahun ini, Kabupaten Manggarai mendapatkan alokasi sekitar 1.100 hektare untuk program rehabilitasi dan pengembangan tanaman kopi.
Pelaksanaan kegiatan di lapangan direncanakan mulai pada bulan Mei 2026 setelah seluruh persiapan teknis dan administrasi selesai.
Program ini akan difokuskan pada dua kelompok atau komunitas petani pada tahap awal, sebelum diperluas ke wilayah lain yang memiliki potensi serupa.
Kajian Nasional untuk Penentuan Wilayah
Salah satu langkah penting dalam program ini adalah keterlibatan tim nasional untuk melakukan kajian kesesuaian lahan, termasuk analisis ketinggian wilayah dan kondisi geografis.
Kajian ini menjadi dasar dalam menentukan lokasi pengembangan agar sesuai dengan karakteristik alam dan menghasilkan produktivitas optimal.
Beberapa wilayah yang diusulkan sebagai lokasi prioritas rehabilitasi antara lain Kecamatan Rahong Utara, Reok Barat, dan Cibal, yang berdasarkan hasil identifikasi awal dinilai memiliki potensi tinggi untuk pengembangan kopi.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program ini.





Subscribe to my channel










