Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pendampingan petani harus dilakukan secara terintegrasi dan berbasis data.
Menurutnya, pendekatan berbasis kebutuhan riil di lapangan menjadi kunci agar program pengembangan kopi dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Pendampingan Petani Diperkuat
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, Ferdy Ampur, menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kesiapan teknis dan keterlibatan aktif petani.
Ia menyebutkan bahwa penyuluh pertanian akan melakukan pendampingan intensif mulai dari penetapan CPCL, penyediaan bibit, hingga proses penanaman dan pemeliharaan.
“Kami memastikan seluruh proses akan didampingi secara intensif agar produktivitas meningkat dan kualitas kopi Manggarai semakin kompetitif,” ujarnya.
Tantangan Anggaran dan Komitmen Bersama
Dalam rapat tersebut juga dibahas tantangan pelaksanaan program, khususnya terkait keterbatasan dukungan anggaran baik dari APBN maupun APBD untuk kegiatan awal seperti pembukaan lahan dan pemeliharaan.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk tetap mengawal program ini agar berjalan optimal melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Harapan Jadi Komoditas Unggulan
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap kopi dapat semakin memperkuat posisinya sebagai komoditas unggulan daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.





Subscribe to my channel










