Nakes diminta meningkatkan kemampuan analisis data hasil pengukuran dan penimbangan bulanan, serta segera menginformasikannya kepada kepala desa untuk intervensi cepat.
Data harus didukung alat ukur dan timbang yang baik serta terkalibrasi.
4. Pelaksanaan Audit Kasus oleh Dinas Kesehatan
Dinkes sebagai ujung tombak di lapangan diminta melakukan audit kasus pada calon pengantin (Catin), ibu hamil (Bumil), ibu pasca salin, baduta/balita stunting, serta menjalankan program MTBS dan intervensi gizi Puskesmas melalui PMT.
5. Optimalisasi Dana Desa
Penggunaan dana desa untuk pendampingan anak stunting harus berdampak nyata pada penurunan kasus, dengan mengikuti arahan Puskesmas/Dinas Kesehatan serta pengawasan camat.
6. Pelatihan Kapasitas Kader
Mengusulkan pelatihan bagi Kader Posyandu, Kader IMP, dan Tim Pendamping Keluarga. Desa wajib mendata kader baru, lama, dan yang belum terlatih untuk dikoordinasikan dengan Puskesmas sebagai penyedia narasumber pelatihan.
7. Peran Aktif Guru dalam Aksi Bergizi
Para guru diminta memantau konsumsi tablet tambah darah setiap minggu agar tidak dibawa pulang oleh siswa, demi memperkuat program Aksi Bergizi di sekolah.





Subscribe to my channel










