Kondisi tersebut memerlukan perhatian serius dan kesiapsiagaan yang berkelanjutan dari seluruh pihak terkait.
Selain sosialisasi dan simulasi, PLN UPP Nusra 3 juga menyalurkan bantuan paket sembako dan perlengkapan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial serta dukungan nyata PLN bagi warga di sekitar wilayah proyek.
Apresiasi atas kegiatan tersebut disampaikan oleh warga Desa Lifuleo, Samnat Petrus Mada, yang menilai kehadiran PLN bersama BPBD dan Dompet Dhuafa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“PLTU Timor-1 membawa dampak positif bagi kami. Saat ini listrik sudah tersedia 24 jam. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut, termasuk dalam penanganan banjir rob dan dukungan terhadap mata pencaharian masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PLN UIP Nusa Tenggara, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat merupakan bagian penting dari pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang berkelanjutan, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi seperti Nusa Tenggara Timur.
“PLN tidak hanya membangun infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga membangun ketangguhan sosial masyarakat di sekitar proyek. Kesiapsiagaan bencana merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan keselamatan warga dan keberlanjutan pembangunan,” ujar Rizki.***





Subscribe to my channel










