Pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat melalui kegiatan gotong royong. Pelaksanaan penggalian dan pembenaman pipa menyesuaikan jadwal bakti warga, yakni setiap Selasa dan Jumat hingga seluruh jaringan terlindungi.
Ketua Yayasan PAPHA Indonesia Cabang Lembata, Paulus Makarius Dolu, mengatakan seluruh jaringan perpipaan untuk mengalirkan air dari sumber menuju Lewokoba hingga Kampung Genek yang berada di bawahnya telah terpasang. Tahapan pekerjaan selanjutnya difokuskan pada penggalian dan pembenaman pipa.
“Seluruh jaringan perpipaan sudah terpasang, mulai dari puncak menuju Lewokoba dan Genek, termasuk jaringan di dalam Kampung Lewokoba. Hari Jumat kami sudah mulai menggali dan membenamkan pipa dengan panjang sekitar 500 meter. Kami sudah sepakat dengan warga bahwa penggalian akan dilanjutkan setiap hari Jumat. Setelah pipa dibenamkan, kami akan melakukan uji coba kembali untuk memastikan jaringan berjalan dengan baik,” ujar Paul.
Paul optimistis seluruh proses pembenaman pipa dapat diselesaikan pada September 2026. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam kelanjutan program tersebut. Meski sebagian besar warga di kampung sasaran merupakan orang tua, masyarakat tetap terlibat membantu pekerjaan di lapangan.
Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Lewokoba, pengembangan jaringan tersebut juga memberikan manfaat bagi masyarakat di Desa Nuba Atalojo dan Desa Atakore.
Sebelumnya, uji coba jaringan pada 31 Agustus 2026 berhasil mengalirkan air hingga Lewokoba. Keberhasilan tersebut menjadi tahapan penting dalam perluasan jaringan air bersih dari sumber mata air Wai Wu menuju wilayah Desa Atakore.


Subscribe to my channel










