Rizki mengatakan bahwa, PLN memahami bahwa pengembangan energi baru terbarukan, termasuk geothermal, tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut aspek sosial, budaya, dan kepercayaan masyarakat.
“PLN terus mengedepankan pendekatan dialog, sosialisasi, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pengembangan geothermal. Kami ingin pembangunan energi bersih ini berjalan selaras dengan budaya lokal dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Rizki.
Ia juga menambahkan, PLN akan terus membuka ruang komunikasi bersama masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah agar pengembangan geothermal di Flores dapat berjalan berkelanjutan serta menjadi fondasi bagi kemandirian energi di Nusa Tenggara Timur.
Sementara di tengah proses dialog dan sosialisasi yang terus dilakukan, sejumlah tokoh masyarakat mulai memahami manfaat pengembangan energi panas bumi sebagai sumber energi bersih untuk mendukung kebutuhan listrik sekaligus masa depan daerah.





Subscribe to my channel










