Daerah

Prosesi Mate Ngana, Penyerahan Batu Adat untuk Pengembangan Geowisata Mataloko

×

Prosesi Mate Ngana, Penyerahan Batu Adat untuk Pengembangan Geowisata Mataloko

Sebarkan artikel ini

Sebelum prosesi adat dilaksanakan, PT PLN (Persero) UIP Nusra melalui UPP Nusra 2 telah menjalankan serangkaian tahapan bersama para pihak, mulai dari verifikasi, mediasi, pengukuran, identifikasi dan inventarisasi tanah, hingga musyawarah kompensasi. Pembayaran kompensasi kepada pihak yang berhak telah diselesaikan pada 4 September 2026.

Seiring dengan tahapan tersebut, pekerjaan fisik untuk mendukung pengembangan kawasan Geowisata Panas Bumi Mataloko juga mulai dilakukan, antara lain pematokan batas tanah serta pengecoran pondasi pagar pada area yang akan dikembangkan.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), RDW. Manurung, mengatakan penghormatan terhadap tata adat dan keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam setiap tahapan pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan PLN.

“Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai dan kearifan lokal. Keterlibatan para pemangku adat, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujar Manurung.

Menurut Manurung, pengembangan Geowisata Panas Bumi Mataloko juga diharapkan dapat memperluas manfaat keberadaan panas bumi bagi masyarakat melalui pemanfaatan langsung potensi panas bumi di kawasan tersebut.

“PLN berkomitmen menjaga koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat adat guna memastikan seluruh tahapan pengembangan PLTP Mataloko berjalan sesuai ketentuan, menghormati tata nilai setempat, sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” tutup Manurung.

</p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *