Tahapan berikutnya adalah uji pembebanan, uji keandalan, uji unjuk kerja, dan uji dampak lingkungan untuk memastikan seluruh peralatan pembangkit beroperasi secara optimal, aman, dan andal.
Serangkaian pengujian tersebut merupakan bagian penting dalam proses commissioning pembangkit sebelum memasuki Commercial Operation Date (COD).
Diharapkan dukungan dari seluruh masyarakat dan stake holder terkait agar setiap tahapan dapat dilaksanakan dengan lancar dan secara bertahap sesuai standar teknis dan keselamatan guna memastikan pembangkit mampu memberikan pasokan listrik yang andal bagi Sistem Lombok.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung, mengatakan keberhasilan first synchronization merupakan tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di Nusa Tenggara Barat.
“First synchronization merupakan gerbang awal sebelum pembangkit dapat beroperasi secara penuh dan menyalurkan daya ke sistem kelistrikan. Keberhasilan ini menjadi langkah strategis dalam upaya PLN memperkuat keandalan pasokan listrik di Pulau Lombok,” ujar Manurung.
Ia menambahkan, keberhasilan ini menjadi capaian penting yang menunjukkan progres positif penyelesaian proyek.





Subscribe to my channel










