Yakobus menjelaskan, pelayanan jemput bola bukan hanya dilakukan untuk satu warga, melainkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Dukcapil Manggarai dalam memenuhi kebutuhan administrasi kependudukan masyarakat.
Kelompok sasaran pelayanan tersebut meliputi penyandang disabilitas, lanjut usia, warga yang mengalami sakit berat, hingga ODGJ yang membutuhkan pendekatan pelayanan khusus.
Dalam pelaksanaannya, petugas mendatangi langsung rumah warga maupun lokasi perawatan agar proses perekaman data dan pengurusan dokumen kependudukan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Sebelumnya, Dukcapil Manggarai juga telah memberikan pelayanan serupa kepada warga sakit di sejumlah wilayah pelosok, termasuk Kecamatan Cibal dan Cibal Barat, serta Desa Golowoi.
Pelayanan jemput bola turut menjangkau Klinik Jiwa Renceng Mose, Yayasan Karya Murni Ruteng, Rumah Sakit Santa Rafael Cancar, hingga pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Lapangan Ruteng.
Jangkauan pelayanan tersebut menunjukkan upaya Dukcapil Manggarai untuk mengurangi hambatan geografis dan mobilitas yang kerap dihadapi masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan.
Dengan mendatangi langsung warga yang membutuhkan, petugas dapat memberikan pelayanan tanpa mengharuskan mereka menempuh perjalanan ke kantor Dukcapil.


Subscribe to my channel










