“Yang kita kedepankan adalah data-data yang rasional. Kita menganalisis dan menilai seluruh data yang ada, kemudian berdasarkan data tersebut kita mengambil langkah dan keputusan,” ujarnya.
Kehidupan dan Pelayanan Pemerintahan Harus Berjalan
Bupati Hery Nabit mengatakan, penanganan bencana tidak boleh membuat seluruh aktivitas masyarakat dan pelayanan pemerintahan berhenti tanpa batas waktu.
Menurutnya, masyarakat perlu secara bertahap kembali menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari. Pada saat yang sama, pemerintah harus memastikan pelayanan publik tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi dan tingkat risiko yang ada.
“Bagaimanapun juga, kehidupan harus terus berjalan. Kita tidak bisa terus-menerus hidup dalam ketakutan. Hidup harus maju. Kita harus melangkah maju. Pelayanan pemerintahan juga harus terus berjalan,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa perubahan status dari tanggap darurat tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa.
Seluruh indikator dan perkembangan situasi harus terlebih dahulu dikaji dengan menggunakan data serta masukan dari berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.
Dalam rapat evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai mendengarkan paparan dan masukan dari BNPB, BMKG, BPBD, Forkopimda, DPRD, serta sejumlah klaster penanganan bencana.
Klaster tersebut antara lain bidang sosial, perumahan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.


Subscribe to my channel










