“Setelah seluruh informasi, data, dan masukan tersebut kita dengarkan, barulah kita bersama-sama mengambil keputusan mengenai langkah terbaik yang harus dilakukan,” jelas Bupati.
Aktivitas Gempa Susulan Menunjukkan Tren Menurun
Dalam rapat tersebut, perkembangan aktivitas gempa susulan Flores M7,7 juga dipaparkan Kepala Stasiun Meteorologi Frans Sales Lega Ruteng, Dinda Selviany Surya Labuh.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, aktivitas gempa susulan menunjukkan kecenderungan peluruhan. Frekuensi kejadian gempa semakin menurun dan jarak antarkejadian semakin panjang.
Dinda menjelaskan, gempa dengan magnitudo di atas 5 tercatat sebanyak 33 kejadian atau sekitar 0,18 persen dari keseluruhan kejadian yang tercatat.
Sementara gempa dengan magnitudo 4,0 sampai 5,0 tercatat sekitar 568 kejadian atau sekitar 3 persen.
Gempa pada rentang tersebut masih dapat dirasakan dalam wilayah yang cukup luas dan berpotensi menimbulkan kerusakan ringan, terutama pada bangunan yang sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat gempa utama maupun gempa susulan.
Untuk magnitudo 3,0 sampai 4,0 tercatat sekitar 3.641 kejadian atau 19,5 persen.
Sebagian gempa dalam rentang ini masih dapat dirasakan secara lokal, khususnya oleh masyarakat di wilayah pantai utara.
Sedangkan gempa dengan magnitudo di bawah 3,0 tercatat sekitar 14.608 kejadian atau 72,8 persen. Sebagian besar gempa dalam kelompok ini tidak dirasakan masyarakat dan hanya tercatat oleh peralatan pemantauan kegempaan.
Menurut BMKG, data tersebut menunjukkan rangkaian gempa susulan Flores M7,7 telah memasuki fase peluruhan yang konsisten. Kondisi tersebut ditandai dengan penurunan jumlah kejadian gempa, baik secara harian maupun mingguan.
Namun demikian, aktivitas gempa susulan masih mungkin terjadi.
“Peluruhan gempa merupakan kecenderungan statistik, bukan hitungan mundur menuju hari tanpa gempa,” tutur Dinda.
Ia menjelaskan, aktivitas gempa dengan magnitudo tertentu yang masih dapat dirasakan masyarakat diperkirakan dapat berlangsung sekitar enam hingga tujuh minggu sejak gempa utama, dengan kecenderungan frekuensi yang terus menurun.
BMKG juga akan terus melakukan pemantauan aktivitas gempa susulan secara intensif selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu.
Apabila terjadi perubahan signifikan terhadap aktivitas kegempaan, informasi akan segera diperbarui dan disampaikan kepada pihak-pihak terkait.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Seiring dengan masih berlangsungnya aktivitas gempa susulan, masyarakat Kabupaten Manggarai diimbau tetap tenang dan tidak panik.
Masyarakat juga diminta tetap waspada serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun isu mengenai gempa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Pemerintah bersama BMKG dan seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan situasi serta menyampaikan informasi berdasarkan hasil pemantauan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Evaluasi status tanggap darurat tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk memastikan setiap kebijakan penanganan pascabencana tetap sesuai dengan perkembangan kondisi masyarakat dan situasi kebencanaan di wilayah tersebut.


Subscribe to my channel










