Ia menjelaskan, dirinya harus kembali ke Jakarta untuk melakukan koordinasi terkait proses stimulan rumah rusak berat, termasuk dengan Kementerian Keuangan mengenai kesiapan anggaran.
“Saat ini ada tujuh kabupaten yang juga sedang mempersiapkan usulan tahap pertama dan kemungkinan akan mengajukannya dalam minggu ini. Karena itu, kami perlu segera berkoordinasi dan duduk bersama dengan Kementerian Keuangan terkait kesiapan anggaran untuk stimulan rumah rusak berat tersebut,” jelasnya.
Arief menegaskan, kepulangannya ke Jakarta bukan berarti pendampingan terhadap Kabupaten Manggarai berakhir. BNPB akan tetap memberikan pendampingan dan kembali ke Manggarai, terutama pada saat penyerahan dana stimulan yang biasanya dilakukan secara simbolis.
“Kami dari BNPB sungguh-sungguh berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai dapat terus memperkuat langkah-langkah pemulihan kondisi masyarakat. Kami mendukung apabila berdasarkan pertimbangan daerah status tanggap darurat diperpanjang, disertai intervensi yang semakin terarah, target yang jelas dan strategi transisi menuju pemulihan,” pungkasnya.


Subscribe to my channel










