Daerah

Revitalisasi SDI Wae Dara Disambut Antusias, Kepala Sekolah Apresiasi Pemerintah Pusat dan Daerah

×

Revitalisasi SDI Wae Dara Disambut Antusias, Kepala Sekolah Apresiasi Pemerintah Pusat dan Daerah

Sebarkan artikel ini

MANGGARAI TIMUR, Info1news- Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SD Inpres Wae Dara, Ledu, Desa Compang Wunis, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, terus berjalan.

Pelaksanaan program yang bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan tersebut dinilai menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik, khususnya di wilayah pedesaan.

Berdasarkan pantauan media ini di lokasi, Kamis, 1 Oktober 2026, aktivitas pembangunan di lingkungan SD Inpres Wae Dara terlihat berlangsung aktif. Sejumlah pekerja tampak menjalankan pekerjaan sesuai dengan tahapan pembangunan yang sedang dikerjakan.

Dalam proses pekerjaan, para pekerja juga terlihat menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Penggunaan APD tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap keselamatan pekerja selama melaksanakan aktivitas konstruksi di lingkungan sekolah.

Program revitalisasi tersebut merupakan Bantuan Pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp1.014.155.966 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SD Inpres Wae Dara. Berdasarkan papan informasi kegiatan yang terpasang di lokasi, pekerjaan memiliki waktu pelaksanaan selama 120 hari kerja, terhitung sejak 24 Agustus hingga 31 Desember 2026.

Kepala SD Inpres Wae Dara, Marselinus Junaidi, mengatakan pihak sekolah bersama P2SP berupaya melaksanakan seluruh tahapan revitalisasi sesuai dengan petunjuk teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam program tersebut.

Menurut Marselinus, pola swakelola murni memberikan ruang bagi sekolah dan masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan. Karena itu, pihaknya berkomitmen agar pelaksanaan kegiatan tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Pembangunan ini kami laksanakan secara swakelola murni. Kami berupaya menjalankan seluruh proses sesuai dengan ketentuan yang ada, mulai dari pelaksanaan pekerjaan sampai dengan pengelolaan kegiatan di lapangan,” ujar Marselinus.

Ia menjelaskan, pelaksanaan secara swakelola juga menjadi bagian penting dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar satuan pendidikan. Warga setempat diberikan kesempatan untuk terlibat sebagai tenaga kerja dalam proses pembangunan.

</p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *